





| Jumat, 26 Februari 2010 - 07:25:58 WIB Pentingnya Peranan Radiologi dalam Deteksi dan Pengobatan Kanker Hati Primer Diposting oleh : Ahmad Hariri Kategori: Patologi Klinis - Dibaca: 170 kali Kanker hati primer (hepatoma) yang berasal dari sel hati merupakan kanker nomor lima tersering di Indonesia. Penyebab pasti belum diketahui tetapi penyakit ini paling banyak ditemukan pada kelompok penduduk yang berisiko tinggi untuk mendapatkan kanker hati ini yaitu pada penderita sirrhosis hati (pengerasan hati), hepatitis virus B aktif, hepatitis virus B carrier, dan pada penderita hepatitis virus C. Kebanyakan penderita yang datang ke rumah sakit sudah pada stadium lanjut dan tidak tertolong lagi. Sedangkan pada stadium dini mereka tidak memeriksakan dirinya pasalnya mereka tidak ada merasakan gejala apapun yang membuatnya harus datang ke dokter. Untuk menemukan kanker hati pada stadium dini perlu dilakukan screening (penapisan) pada kelompok penduduk yang berisiko tinggi itu dengan cara pemeriksaan radiologi dengan alat ultrasonografi digabung dengan pemeriksaan laboratorium alphafetoprotein (zat pertanda tumor) di dalam darah. Pada stadium dini penderita berpeluang besar untuk diselamatkan dengan pengobatan cara radiologi diikuti dengan cara bedah. Tindakan bedah melakukan reseksi hati yaitu membuang bahagian hati yang terkena kanker yang didahului dengan tindakan radiologi trans arterial embolisasi yaitu menutup aliran darah yang menyuplai makanan ke sel-sel kanker. Sedangkan pada penderita kanker hati stadium lanjut yang tak memungkinkan lagi dilakukan bedah reseksi maka tindakan radiologi digabung dengan tindakan kemoterapi dan tindakan medis lainnya ternyata juga masih dapat memberikan harapan hidup penderita walaupun tidak dapat hidup lama seperti halnya pada stadium dini. Lain lagi halnya bila kanker hati ini ditemukan pada penderita yang sudah ada sirrhosis hati dan sudah ada kerusakan hati yang berkelanjutan ataupun hatinya sudah hampir seluruhnya terkena, ataupun bila sudah ada sel-sel kanker itu yang masuk ke dalam aliran darah vena porta maka tidak ada cara untuk menyelamatkan penderita yang lebih baik lagi daripada transplantasi hati yaitu tindakan pemasangan organ hati dari orang lain ke dalam tubuh penderita. Insidens Penyakit Hepatocellular Carcinoma (HCC) atau disebut juga hepatoma atau kanker hati primer atau Karsinoma Hepato Selular (KHS) adalah satu dari jenis kanker yang berasal dari sel hati, menempati urutan kanker nomor sepuluh tersering di dunia1 dan nomor lima di Indonesia, setelah kanker mulut rahim, payudara, kulit dan nasopharynx.2 Setiap orang tanpa memandang umur apakah orang dewasa laki dan perempuan ataupun anak-anak termasuk anak di bawah usia lima tahun dapat dikenai kanker hati yang mengerikan ini. Faktor Penyebab Kanker Hati Seluler Belum diketahui penyebab penyakit ini secara pasti, tapi dari kajian epidemiologi dan biologi molekuler di Indonesia sudah terbukti bahwa penyakit ini berhubungan erat dengan sirrhosis hati, hepatitis virus B aktif ataupun hepatitis B carrier, dan hepatitis virus C dan semua mereka ini termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang berisiko tinggi untuk mendapatkan kanker hati ini.3 Di Eropa menurut penelitian Anzol dkk. hanya 20% yang berhubungan dengan ketiga penyakit ini dan sisanya 80% berhubungan dengan kebiasaan konsumsi alkohol yang berlebihan, faktor kimia industri dan faktor lainnya.4 Sedangkan Zhou dkk. di Cina mendapatkan bahwa pada 70% penderita hepatoma juga didapati menderita salah satu dari sirrhosis hati atau hepatitis B atau hepatitis C. Menurut Rasyid dari 483 penderita hepatoma yang ditemukannya 232 orang (63%) juga menderita sirrhosis hati dan 91 orang hepatitis B (25%) dan 44 orang (12%) hepatitis C yang kesemuanya berjumlah 367 orang (76%). Sedangkan 116 orang lagi (24%) tidak berhubungan sama sekali dengan sirrhosis hati, hepatitis B ataupun hepatitis C.6 Ali Sulaiman di Jakarta mendapatkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara prevalensi infeksi virus hepatitis B serta kejadian HCC. Virus hepatitis B (HBV) merupakan penyebab 80% kasus kanker hati primer. Dapat dikatakan bahwa seseorang yang menderita hepatitis B atau hepatitis C harus mawas diri sebab di satu hari dalam perjalanan hidupnya dirinya bisa dikenai kanker hati hepato selular. Faktor lain yang diduga sebagai penyebab kanker hati ini adalah aflatoksin B1 yaitu racun yang dihasilkan oleh sejenis jamur Aspergillus flavus yang terkontaminasi dan melekat pada permukaan makanan seperti beras, kacang, gandum, jagung, dan kacang kedelai yang disimpan pada tempat yang panas dan lembab. Aflatoksin B1 yang ikut masuk ke tubuh melalui makanan diperkirakan dapat memicu mutasi P53 gene di dalam sel hati yang seterusnya menimbulkan kanker sel hati. Hal ini juga menjadi perhatian serius dari pakar-pakar kanker di Indonesia, pasalnya iklim di negeri kita yang lembab memudahkan tumbuhnya jamur ini pada bahan makanan yang tersimpan lama. Data dari berbagai rumah sakit di Indonesia menunjukkan ada 20 persen kasus kanker hati tak menunjukkan kaitan dengan infeksi hepatitis B maupun hepatitis C. Sayangnya tak dilakukan pemeriksaan aflatoksin B1. Hanya disebutkan dugaan bahwa kasus kanker hati itu berhubungan dengan virus lain atau karsinogen (bahan pemicu terjadinya kanker) termasuk aflatoksin B1 ini. Untuk artikel lengkapnya silahkan download di menu download atau klik disini |



| September, 2010 | ||||||
| M | S | S | R | K | J | S |
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | ||






Pengunjung hari ini : 15
Total pengunjung : 5335
Hits hari ini : 113
Total Hits : 22385
Pengunjung Online: 4

