Aplikasi Klinik (5)
CT Scan (8)
E-Books (1)
Komp. Radiologi (2)
Kontras Media (1)
M R I (7)
Patologi Klinis (3)
Proteksi Radiasi (1)
Radiografi (3)
Radioterapi (1)
U S G (1)
















• 23 Februari 2010
Jadwal Penyegaran PPR Bapeten


Sabtu, 13 Maret 2010 - 07:15:42 WIB
MRA: Gangguan sirkulasi anterior
Diposting oleh : Ahmad Hariri
Kategori: Aplikasi Klinik - Dibaca: 154 kali


Aterosklerosis intrakranial
Penyakit sistemik dan multifaktorial merupakan penyebab ke 3 tersering untuk terjadinya stroke tromboembolik setelah emboli dari sumber karotis dan jantung.

Gambaran klinik tergantung pada daerah arteri yang terkena, meliputi sirkulasi anterior, serta pada cabang-cabang terminal, perforating atau pembuluh utama.

Arteri karotis internus intrakranial dapat dibagi menjadi segmen petrous, presellar, juxtasellar (siphon) dan supraclinoid. Karotid siphon adalah segmen yang paling sering terkena penyakit ateromatous setelah bifurkasio karotis.

Pada MRI, T1W dan T2W tampak berkurangnya “flow void” arteri yang terkena, serta MRA 3 D TOF/MOTSA menunjukkan stenosis dan iregularitas arteri tersebut.

Aterosklerosis extrakranial
Lokasi tersering adalah bifurkasio karotis. Keberhasilan evaluasi bifurkasio karotis ditentukan oleh akurasi deteksi derajat penyempitan lumen dan iregularitas dinding arteri. Sering terjadi over-estimasi penilaian stenosis bifurkasio karotis pada MRA, karena adanya aliran turbulen di daerah bulbus karotikus, hingga aliran relatif stagnan di daerah bulbus, menyebabkan saturasi spin yang progresif dan berakibat “signal loss”dengan teknik TOF, terutama 2 D TOF.

Pada MRI/MRA didapatkan penyempitan lumen, penebalan dinding, absent “flow void” atau stenosis.

Pada DSA dapat dideteksi adanya plak iregular pada permukaan,”tandem”siphon stenosis, sirkulasi kolateral serta komplikasi thrombotik.

Penyakit Moya-Moya (idiopathic progressive arteriopathy)
Merupakan proses idiopatik yang menyebabkan oklusi pembuluh-pembuluh darah besar otak dengan neovaskularisasi sekunder. Berkembangnya kolateral atau anastomosis yang extensif melalui pembuluh-pembuluh perforating dan leptomeningeal menyebabkan perfusi otak dapat tetap dipertahankan. Penyakit Moya-Moya adalah vasculopathy yang sering terjadi pada orang Jepang dan jarang pada bangsa lain.

Karakteristik dari penyakit Moya-Moya adalah penyempitan atau oklusi dari cabang terminal a.karotis internus, abnormalitas jaringan vaskuler intrakranial, serta stenosis atau oklusi distal a.vertebralis dan basilaris. Penyakit ini terbatas pada sirkulasi intrakranial dan hampir selalu diikuti dengan gejala-gejala iskemia otak.

Tampilan klinis yang utama adalah transient ischemic attacks (TIA), infark dan perdarahan. Perubahan-perubahan iskemik terutama menonjol pada kelompok anak yang secara klinis menderita retardasi mental.

Pada MRI/T1W tampak bercak hipointens multipel di basal ganglia; pasca pemberian kontras Gd-DTPA tampak bercak enhancement. T2W memperlihatkan hiperintensitas dari infark kecil-kecil di cortex dan white matter.
Gambaran MRI dapat memperlihatkan infark atau perdarahan intrakranial.

MRA memperlihatkan penyempitan atau oklusi distal a.karotis internus dan proksimal Circulus Willisi.Pada source images tampak pembuluh-pembuluh darah punctata di basal ganglia. Evaluasi MRA memerlukan teknik yang dapat menampilkan kondisi aliran lambat atau lesi dengan aliran yang sangat terbatas. Pemberian kontras Gd-DTPA dengan teknik 3D TOF dan PC kan menambah intensitas signal intra-vaskuler, mengurangi efek saturasi serta meningkatkan sensitifitas TOF dan PC terhadap aliran lambat.

CA memperlihatkan penyempitan proksimal circulus Willisi dan distal a.karotis internus (dini), kolateral-kolateral lenticulostriata dan thalamoperforator (intermediate), serta kolateral-kolateral extrakranial-intrakranial (stadium lanjut). Tampilan Moya-Moya pada CA lebih baik daripada MRA, dapat mendeteksi terutama kolateral-kolateral EC-IC serta gambaran dengan imajinasi seperti kepulan asap rokok (puff of smoke = moya-moya).


6 Komentar :

baron 98
16 April 2010 - 08:57:25 WIB

semoga allah kasi antum keberkahan ri...salam kangen u temen-temen 98 ya....
Hotben Pandiangan
30 Maret 2010 - 21:05:35 WIB

Tolong donk brosurnya dikirimkan,ditujuk an k direktur RS, ok deh aq tunggu ya..
Hariri
31 Maret 2010 - 21:02:53 WIB

Aku Bukan Pengurus PARI Bang! Kontak aja tuh nomor-nomer HP-nya kan ada tinggal contact. aku cuma bantu publikasiin aja. Aku sendiri punya brosurnya tapi buat instalasiku lah buat bukti ngirim orang ke sono he...he...he... sorry bro!
relita novida br.tarigan
29 April 2010 - 01:33:03 WIB

berarti banget artikelnya buat aku,,,krn ibuku skrg ini terkena kanker hati lanjut,,,,,terima kasih ya bang,,,,
bowo
08 Agustus 2010 - 07:54:02 WIB

jika sudah ada CTMS apakah masih diperlukan pemeriksaan HRCT?
hariri
08 Agustus 2010 - 11:25:59 WIB

@bowo udah dibaca belum semua artikelnya bos perasaan aku udah nyantumin deh di paragraf ketiga artikel ini. ha....ha....ha.... ngetes nih?
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



/ /


September, 2010
MSSR KJS
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  




022384

Pengunjung hari ini : 15
Total pengunjung : 5335

Hits hari ini : 112
Total Hits : 22384

Pengunjung Online: 4



Apa Profesi Anda Sekarang?

Radiografer
Radiolog
Dosen
Peneliti
Fisika Medik
PNS
Lainnya

Lihat Hasil Poling







Nama :
Website :
Pesan


1