Aplikasi Klinik (5)
CT Scan (8)
E-Books (1)
Komp. Radiologi (2)
Kontras Media (1)
M R I (7)
Patologi Klinis (3)
Proteksi Radiasi (1)
Radiografi (3)
Radioterapi (1)
U S G (1)
















• 23 Februari 2010
Jadwal Penyegaran PPR Bapeten


Selasa, 30 Maret 2010 - 20:28:05 WIB
PENCITRAAN DISPHAGIA
Diposting oleh : Ahmad Hariri
Kategori: Aplikasi Klinik - Dibaca: 196 kali


Dr.Rista D.Soetikno, Sp.Rad (K), M.Kes
BAGIAN RADIOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN/
RSUP. DR. HASAN SADIKIN - BANDUNG


I. Pendahuluan
Dysphagia didefinisikan sebagai kesulitan makan. Dysphagia adalah perkataan yang berasal dari bahasa Yunani dys yang berarti kesulitan atau gangguan, dan phagia berarti makan. Disfagia berhubungan dengan kesulitan makan akibat gangguan dalam proses menelan. Kesulitan menelan dapat terjadi pada semua kelompok usia, akibat dari kelainan kongenital, kerusakan struktur, dan/atau kondisi medis tertentu. Masalah dalam menelan merupakan keluhan yang umum didapat di antara orang berusia lanjut, dan insiden disfagia lebih tinggi pada orang berusia lanjut dan pasien stroke. Kurang lebih 51-73% pasien stroke menderita disfagia. Penyebab lain dari disfagia termasuk keganasan kepala- leher, penyakit neurologik progresif seperti penyakit Parkinson, multiple sclerosis, atau amyotrophic lateral sclerosis, scleroderma, achalasia, spasme esofagus difus, lower esophageal (Schatzki) ring, striktur esofagus, dan keganasan esofagus. Disfagia merupakan gejala dari berbagai penyebab yang berbeda, yang biasanya dapat ditegakkan diagnosanya dengan anamnesa, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang lainnya, di antaranya pemeriksaan radiologi dengan barium, CT scan, dan MRI.

II. KLasifikasi Disfagia
Disfagia diklasifikasikan dalam dua kelompok besar, yaitu disfagia orofaring (atau transfer dysphagia) dan disfagia esofagus (1,2) .

Disfagia orofaring timbul dari kelainan di rongga mulut, faring, dan esofagus, dapat disebabkan oleh stroke, penyakit Parkinson, kelainan neurologis, oculopharyngeal muscular dystrophy, menurunnya aliran air liur, xerostomia, masalah gigi, kelainan mukosa oral, obstruksi mekanik (keganasan, osteofi, meningkatnya tonus sfingter esophagus bagian atas, radioterapi, infeksi, dan obat-obatan (sedatif, antikejang, antihistamin) (1) .

Gejala disfagia orofaring yaitu kesulitan menelan , termasuk ketidakmampuan untuk mengenali makanan, kesukaran meletakkan makanan di dalam mulut, ketidakmampuan untuk mengontrol makanan dan air liur di dalam mulut, kesukaran untuk mulai menelan, batuk dan tersedak saat menelan, penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya, perubahan kebiasaan makan, pneumonia berulang, perubahan suara (suara basah), regurgitasi nasal (1,2) . Setelah pemeriksaan, dapat dilakukan pengobatan dengan teknik postural, swallowing maneuvers, modifikasi diet, modifikasi lingkungan, oral sensory awareness technique, vitalstim therapy, dan pembedahan (1) . Bila tidak diobati, disfagia dapat menyebabkan pneumonia aspirasi, malnutrisi, atau dehidrasi (1)

Disfagia esofagus timbul dari kelainan di korpus esofagus, sfingter esofagus bagian bawah, atau kardia gaster. Biasanya disebabkan oleh striktur esofagus, keganasan esofagus, esophageal rings and webs, akhalasia, skleroderma, kelainan motilitas spastik termasuk spasme esofagus difus dan kelainan motilitas esofagus nonspesifik (1) . Makanan biasanya
tertahan beberapa saat setelah ditelan, dan akan berada setinggi suprasternal notch atau di belakang sternum sebagai lokasi obstruksi, regurgitasi oral atau faringeal, perubahan kebiasaan makan, dan pneumonia berulang. Bila terdapat disfagia makanan padat dan cair, kemungkinan besar merupakan suatu masalah motilitas. Bila pada awalnya pasien mengalami disfagia makanan padat, tetapi selanjutnya disertai disfagia makanan cair, maka kemungkinan besar merupakan suatu obstruksi mekanik. Setelah dapat dibedakan antara masalah motilitas dan obstruksi mekanik, penting untuk memperhatikan apakah disfagianya sementara atau progresif. Disfagia motilitas sementara dapat disebabkan spasme esofagus difus atau kelainan motilitas esofagus nonspesifik. Disfagia motilitas progresif dapat disebabkan skleroderma atau akhalasia dengan rasa panas di daerah ulu hati yang kronis, regurgitasi, masalah respirasi, atau penurunan berat badan. Disfagia mekanik sementara dapat disebabkan esophageal ring. Dan disfagia mekanik progresif dapat disebabkan oleh striktur esofagus atau keganasan esofagus (1). Bila sudah dapat disimpulkan bahwa kelainannya adalah disfagia esofagus, maka langkah selanjutnya adalah dilakukan pemeriksaan barium atau endoskopi bagian atas. Pemeriksaan barium harus dilakukan terlebih dahulu sebelum endoskopi untuk menghindari perforasi. Bila dicurigai adanya akhalasia pada pemeriksaan barium, selanjutnya dilakukan manometri untuk menegakkan diagnosa akhalasia. Bila dicurigai adanya striktur esofagus, maka dilakukan endoskopi. Bila tidak dicurigai adanya kelainan-kelainan seperti di atas, maka endoskopi dapat dilakukan terlebih dahulu sebelum pemeriksaan barium. Endoskopi yang normal, harus dilanjutkan dengan manometri; dan bila manometri juga normal, maka diagnosanya adalah disfagia fungsional (1) . Foto thorax merupakan pemeriksaan sederhana untuk pneumonia. CT scan dan MRI memberikan gambaran yang baik mengenai adanya kelainan struktural, terutama bila digunakan untuk mengevaluasi pasien disfagia yang sebabnya dicurigai karena kelainan sistem saraf pusat (2) . Setelah diketahui diagnosanya, penderita biasanya dikirim ke Bagian THT, Gastrointestinal, Paru, atau Onkologi, tergantung penyebabnya. Konsultasi dengan Bagian Gizi juga diperlukan, karena kebanyakan pasien me-merlukan modifikasi diet.

Artikel Lebih lengkap silahkan masuk menu download atau klik disini


6 Komentar :

baron 98
16 April 2010 - 08:57:25 WIB

semoga allah kasi antum keberkahan ri...salam kangen u temen-temen 98 ya....
Hotben Pandiangan
30 Maret 2010 - 21:05:35 WIB

Tolong donk brosurnya dikirimkan,ditujuk an k direktur RS, ok deh aq tunggu ya..
Hariri
31 Maret 2010 - 21:02:53 WIB

Aku Bukan Pengurus PARI Bang! Kontak aja tuh nomor-nomer HP-nya kan ada tinggal contact. aku cuma bantu publikasiin aja. Aku sendiri punya brosurnya tapi buat instalasiku lah buat bukti ngirim orang ke sono he...he...he... sorry bro!
relita novida br.tarigan
29 April 2010 - 01:33:03 WIB

berarti banget artikelnya buat aku,,,krn ibuku skrg ini terkena kanker hati lanjut,,,,,terima kasih ya bang,,,,
bowo
08 Agustus 2010 - 07:54:02 WIB

jika sudah ada CTMS apakah masih diperlukan pemeriksaan HRCT?
hariri
08 Agustus 2010 - 11:25:59 WIB

@bowo udah dibaca belum semua artikelnya bos perasaan aku udah nyantumin deh di paragraf ketiga artikel ini. ha....ha....ha.... ngetes nih?
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



/ /


September, 2010
MSSR KJS
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  




022403

Pengunjung hari ini : 15
Total pengunjung : 5335

Hits hari ini : 131
Total Hits : 22403

Pengunjung Online: 3



Apa Profesi Anda Sekarang?

Radiografer
Radiolog
Dosen
Peneliti
Fisika Medik
PNS
Lainnya

Lihat Hasil Poling







Nama :
Website :
Pesan


1