Sabtu, 22 Mei 2010 - 09:08:37 WIBHRCT (High Resolution CT Scan Technique)
Diposting oleh : Ahmad Hariri
Kategori: CT SCAN - Dibaca: 852 kali

HRCT digunakan untuk gambar penyakit paru yang tersebar (biasanya udah masuk ke percabangan bronkus dan bronkeolus dst) dan lesi focal paru, dan untuk memperoleh pengukuran yang akurat dari nodul paru yang padat(soliter) atau massa.
Dibandingkan dengan radiografi polos, HRCT lebih sensitif dan spesifik, dan memungkinkan diagnosis yang lebih akurat akan dibuat. Hal ini sering diperoleh pada pasien dengan dugaan adanya infiltrat paru, HRCT mampu menunjukkan kelainan paru-paru ketika rontgen toraksnya normal, karakteristik yang jelas pada kelainan morfologi dapat divisualisasikan dan hal ini dapat membantu diagnosa dalam menentukan apakah penyakit paru-paru tersebut aktif atau tidak aktif, dan areanya dapat dilokalisasi untuk biopsy.
Teknik pemeriksaan HRCT dilakukan dengan posisi pasien supine full inspirasi dan kadang-kadang prone full ekspirasi juga diperlukan. Pada pasien dengan lesi fokal atau nodul soliter, gambaraan HRCT dapat memvisualisasikan lesi tersebut dengan baik mulai bentuk morfologi dan kalsifikasi atau lemak. HRCT dilakukan menggunakan CT scanner konvensional. Namun, parameter pencitraan yang dipilih untuk memaksimalkan resolusi spasial. Teknik ini sudah hampir ditinggalkan di MDCT (multi detector CT Scan) karena pada MDCT kita bisa merekontruksi 0,... sekian sangat tipis dan rekontruksinya mudah.
Teknik CT:
· slice width yang digunakan biasanya 1-2 mm dan interval/ tabel move 10mm
· menggunakan resolusi tinggi untuk rekonstruksi gambarnya
· menggunakan FOV yang sempit fokus pada objek pemeriksaan sehingga dapat mengecilkan ukuran setiap pixel untuk mendapatkan detail gambar yang tinggi
· faktor lainnya seperti focal spot dioptimalkan untuk resolusi tinggi dengan mengorbankan feed rotation
· teknik scanning tergantung pada diagnosanya, scan dapat dilakukan dengan pasien supine inspirasi, prone ekspirasi dan atau supine ekspirasi. biasanya dipaketin dengan CT Thorax biasa dan salah satu teknik tersebut diatas. menggunakan teknik sequence/ slice per slice
· teknik ini dilakukan tanpa penyuntikan kontras media.
· pengambilan gambar per slice. Setiap slice thicknessnya 1 mm dan interval 10 mm dari Apeks paru-paru sampai basis paru-paru, pasien bernafas dalam dengan penuh untuk setiap pengambilan gambar atau slices
· filter atau rekon teknik yang digunakan adalah high resolusi sama seperti tulang
HRTC sangat bermanfaat dalam memvisualisasikan gambaran :
· Lymphangitis carcinomatosa
· Jamur, atau lainnya atipikal, infeksi
· Penyakit kronis penyakit vaskular paru
· Lymphangioleiomyomatosis
· Sarcoidosis
untuk lebih lengkap silahkan download Practical Approac HRCT di menu download

- TEKNIK PEMERIKSAAN CT. PERFUSI
- PENCITRAAN DISPHAGIA
- WORKSHOP RADIOLOGI NASIONAL
- Petunjuk Teknis Pengisian Formulir Radiologi Diagnostik dan Intervensional
- MRA: Gangguan sirkulasi anterior
- MRA : Stroke dan penyakit serebrovaskuler
- Teknik MR Angiografi
- Pentingnya Peranan Radiologi dalam Deteksi dan Pengobatan Kanker Hati Primer
- Studi Kontras Brain Cancer dengan Magnetik Resonansi Spektroskopi
- Infeksi Saluran Kemih
Venessa
21 November 2010 - 21:11:15 WIB
Thanx mas hariri atas artikelnya
Indra
21 November 2010 - 22:57:04 WIB
Mas mohon info kalo kita udah punya MDCT gimana cara buat CT Thorax HRCT
Herman
21 November 2010 - 22:59:37 WIB
Thanks Bro
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :





Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 
