Minggu, 23 Mei 2010 - 10:01:40 WIB Budaya Keselamatan dalam Pemanfatan Radiasi di Rumah Sakit Diposting oleh : Ahmad Hariri
Kategori: Proteksi Radiasi
- Dibaca: 209 kali
Radiasi adalah momok yang sangat menakutkan bagi semua orang kenapa? mandul, kanker, dan lain sebagainya membuat orang apriori dengan radiasi. mungkin kita perlu memberikan pencerahan kepada masayarakat akan urgensi dan skala prioritas pemanfaatan radiasi.
Selain dari pada itu sebaiknya kita sebagai pekerja radiasi pun harus tetap hati-hati dan mengedepankan prinsip ALARA sehingga momok tersebut dapat dipatahkan. Budaya keselamatan dalam pemanfaatan radiasi perlu di lestarikan.
Ulama kondang Aa Gym pernah menyerukan ketika kita ingin berbuat sesuatu mulailah dari diri kita sendiri, mulailah dari lingkungan sekitar kita dan mulailah dari yang kecil-kecil dulu karena sesungguhnya garis, bidang, bentuk itu bermula dari sebuah titik-titik yang berkolaborasi menjadi sesuatu.
silahkan download artikel lengkapnya di menu download atau disini.
|
9 Komentar :
any23 Mei 2010 - 10:17:17 WIB Thanx bro artikelnya, agak jadul tapi gak apalah
Lora Helena Karo Karo24 Mei 2010 - 12:59:53 WIB TOP BGT
Amien19 Juni 2010 - 06:56:20 WIB Udah lama gak ada updatean om hariri where are you?
anton13 Juli 2010 - 22:21:50 WIB Menarik tuh tapi sayang gw gak bisa nulis mas! kenapa gak dibuka aja kayak yang lainnya yang di menu download mash hariri. thanks
hariri22 Juli 2010 - 14:29:03 WIB 1. Kalau saya buka semua terlalu enak dan gampang serta kurang memotivasi bagi yang laen mas! maksud saya membangun website ini adalah sebagai bentuk keprihatinan saya terhadap organisasi profesi yang sangat minim distribusi pengetahuan radiografi sekalipun banyak event yang diselenggarakan tapi lebih kepada kongko2, reuni dan jalan-jalan. Untuk itu saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama mensyiarkan ilmu pengetahuan radiografi. 2. Kalau saya buka di menu download ebook-ebook tersebut saya khawatir dijerat UU ITE karena sebenarnya ebook-ebook tersebut dijual oleh e-store macem-macem mas. dan masih banyak alasan lain yang mungkin gak perlu saya tampilkan.
Putu Adi Susanta10 Agustus 2010 - 22:17:34 WIB wah nanti saya akan kirim beberapa artike mas.
hariri15 Agustus 2010 - 20:34:55 WIB Dengan senang hati bli putu, untuk sementara kirim aja artikelnya ke email aku
hariri79@gmail.com dulu. nanti aku bikinin account. karena website ini sengaja gak aku buka keanggotaannya untuk umum mohon maaf hal ini dilakukan biar aku tetap bisa menjaga nilai ilmiahnya dengan menseleksi anggotanya.
yudi29 Agustus 2010 - 15:20:58 WIB maaf beribu maaf,bukannya menilai ebook ilegal atau tidak ilegal,,tapi saya juga merasa merril atau bontranger yang saya pegang juga ilegal..kenapa karena fotocopian,dan yang asli bisa jutaan harganya di amazon.com.bukanny a mengkopi,apapun itu termasuk ilegal?maaf kalo saya salah,nah tapi karena kita tinggal di indonesia,hal itu menjadi sah2 aja,berarti dalam hal ini,ebook juga sah2 aja dicopy paste,yang fisik aja sah2 aja apalagi ebook?tuh yg berkembang di pikiran saya.demikian pendapat saya,terima kasih,maaf kalo ada salah
hariri05 September 2010 - 08:07:45 WIB Setuju dengan mas Yudi. Permasalahannya mereka tidak tahu kita memfotocopynya mas kalaupun ketahuan pasti akan ditindak. Artinya untuk mengetahuinya mereka harus sidak ke lokasi dimana terjadi pembajakan. Berbeda dengan download online dimana mereka cukup buka internet dan melihat websitenya setelah itu dituntut deh. Sebenernya ebooks ini udah dibeli oleh kita akan tetapi sebatas kepemilikan bukan untuk pendistribusiannya . Oleh karena itu saya hanya menghadiahkannya kepada orang yang menurut saya layak memilikinya. So Pengen dapet ebooknya ayo menulis niatkan untuk ibadah dan dapatkan min imal dua keuntungan 1. pahala karena menulis sesuatu yang bermanfaat 2. dapat ebooks deh. Chayoooooooooooo!! !!!
Isi Komentar :