Sabtu, 24 September 2011 - 06:37:40 WIBJELANG KONAS PARI XII PARI DI BANDUNG
Diposting oleh : Ahmad Hariri
Kategori: PARI - Dibaca: 137 kali

Tertarik dengan beberapa komen sejawat dan tulisan para maestro radiografer Indonesia di beberapa group facebook akhirnya tangan ini tergerak untuk ikut berpartisipasi. Bukan bermaksud menggurui hanya sekedar ingin berbagi. Menurut pandangan saya dalam membangun suatu organisasi diperlukan suatu sikap loyal karena dengan sikap loyal inilah kita akan dapat muncul rasa memiliki dan sikap-sikap positif lainnya. Dan untuk membangkitkan loyalitas perlu suatu porgram kaderisasi yan intens dan terarah sehingga lahirlah suatu militansi. Ketika loyalitas menghasilkan suatu militansi maka yang muncul sikap ikhlas ridho bukan terpaksa dalam menjalani semuanya. Karena kalau amanah kepengurusan ini adalah sebuah keterpaksaan yang ada hanyalah akan menjadi beban dipundaknya dan suatu saat ia akan keberatan akibatnya organisasi ini akan mengalami kemunduran karena para nakhodanya kelelahan.
Terkait dengan loyalitas, tidak hanya untuk para pengurusnya tapi juga berlaku untuk anggota-anggotanya. Dinamika suatu organisasi dan ini merupakan masalah kelasik dari suatu organisasi adalah terkait dengan dana. Sehingga tidak heran kalau praktek-praktek penggalangan dana ini banyak yang mengambil jalur yang salah dengan menghalalkan segala cara. Dan saya yakin PARI pun mengalami hal serupa (masalah dana). Sampai sejauh mana kabar penggalangan iuran anggota? Perlu kesadaran dalam program ini dan terpenting adalah jangan bebani pengurus dengan kegiatan penagihan karena masih banyak pekerjaan mereka untuk memastikan organisasi ini tetap eksis dan semestinya kita sebagai anggota punya rasa memiliki karena PARI ini adalah rumah besar kita milik kita radiografer indonesia. So jangan tunggu ditagih inisiatiflah untuk memberi. Dan mungkin bagi Para pengurus PARI ciptakan suatu kemudahan sistem sehingga semua bisa berjalan otomatis. Setelah itu transparansi dalam penggunaan untuk menjaga kepercayaan publik anggotanya.
Organisasi adalah sekumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama. Suatu organisasi akan terus maju bila ada orang yang bekerja sama di dalamnya secara kompak. Mereka yang memiliki kemampuan yang berbeda namun mempunyai tujuan yang sama mereka akan mampu berjalan bersama. Maju mundurnya organisasi bukan hanya terletak pada pengurus selaku Kapten dan awak kapalnya tetapi juga penumpang yang ada didalamnya. Sehebat apapun awak kapalnya kalau sang kapten tidak capable maka bukan tidak mungkin akan mengaramkan kapal tersebut karena strategi dan keputusan yang salah, dan sehebat apappun kaptennya mankala awak kapalnya tidak kompak maka kapal tersebut tidak akan maju-maju bahkan hanya diam ditempat atau akan saling berbenturan. Dan sehebat apapun kapten dan awaknya tapi manakala penumpangnya apatis bahkan cenderung membuat lubang-lubang kecil kebocoran maka kapal tersebut akan karam juga. Oleh karenanya Kapten, Awak kapal dan penumpang semua harus berkontribusi harus saling member, harus saling mendukung dan menopang minimal penumpang patuh dan taat pada arahan Kapten dan Awaknya sehingga jalan tetap kedepan. Kepatuhan dan ketaatan penumpang akan tumbuh manakala semua arahan Sang Kapten dan ABK-nya jelas dan terarah. Oleh karenanya butuh orang-orang yang tepat dan capable untuk menukangi sebuah kapal dalam menempuh perjalanan.
Selanjutnya keragaman kemampuan akan menjadi amunisi tambahan untuk terus membangun organisasi lebih maju lagi apabila Sang Kapten dan ABK-nya mampu memenejnya dengan benar jika tidak yang ada adalah sutu perpecahan. Bagi seorang pemimpin sudah menjadi tugasnya mengetahui dan memilah-milah kemampuan anggotanya sehingga dapat menempatkan para anggotanya sesuai dengan keahlian masing-masing. Seperti sebuah pepatah “orang yang benar ditempat yang salah maka diakan stagnan jalan di tempat, orang yang salah sekalipun ditempat yang benar maka hanya akan membawa kemunduran dan orang yang benar ditempat yang benar maka dia akan membawa kearah kemajuan bahkan lebih maju 2 atau 3 langkah kedepan”
Terkait kritik, hujatan, saran dan lain sebagainya adalah suatu hal yang lumrah dalam suatu organisasi karena tidak mungkin organisasi ini memuaskan seluruh anggota yang nota bene beraneka ragam corak, latar belakang budayanya dan sikapilah semua itu dengan bijak sebagai bagian dari proses pembelajaran organisasi. Tidak usah terpancing dan yang terpenting adalah coba untuk bisa melayani krtidakpuasan anggota-anggota tersebut dengan program yang nyata. Dan terkait dengan kritik, hujatan dan saran tersebut yang terpenting adalah messagenya karena boleh jadi semua kritikan, hujatan dan saran tersebut bagian dari komunikasi publik dan ingin membangun suatu opini.
Menurut saya PARI adalah organisasi yang solid dan semoga kedepan lebih solid dan tajam lagi. Terkait dengan soliditas tersebut perlu suatu maintenance rutin sehingga organisasi ini tidak bubar. Ada beberapa catatan terkait soliditas ini:
Jelang KONAS PARI Nopember nanti jika kita INGIN dan MENGHENDAKI PARI yang kita cintai ini lebih maju, lebih professional, lebih motivatif dan inspiratif pertama sekali adalah :
Selamat berkongres organisasiku semoga yang terbaik yang dihasilkan. Jayalah Radiografer Indonesia.
Terkait dengan loyalitas, tidak hanya untuk para pengurusnya tapi juga berlaku untuk anggota-anggotanya. Dinamika suatu organisasi dan ini merupakan masalah kelasik dari suatu organisasi adalah terkait dengan dana. Sehingga tidak heran kalau praktek-praktek penggalangan dana ini banyak yang mengambil jalur yang salah dengan menghalalkan segala cara. Dan saya yakin PARI pun mengalami hal serupa (masalah dana). Sampai sejauh mana kabar penggalangan iuran anggota? Perlu kesadaran dalam program ini dan terpenting adalah jangan bebani pengurus dengan kegiatan penagihan karena masih banyak pekerjaan mereka untuk memastikan organisasi ini tetap eksis dan semestinya kita sebagai anggota punya rasa memiliki karena PARI ini adalah rumah besar kita milik kita radiografer indonesia. So jangan tunggu ditagih inisiatiflah untuk memberi. Dan mungkin bagi Para pengurus PARI ciptakan suatu kemudahan sistem sehingga semua bisa berjalan otomatis. Setelah itu transparansi dalam penggunaan untuk menjaga kepercayaan publik anggotanya.
Organisasi adalah sekumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama. Suatu organisasi akan terus maju bila ada orang yang bekerja sama di dalamnya secara kompak. Mereka yang memiliki kemampuan yang berbeda namun mempunyai tujuan yang sama mereka akan mampu berjalan bersama. Maju mundurnya organisasi bukan hanya terletak pada pengurus selaku Kapten dan awak kapalnya tetapi juga penumpang yang ada didalamnya. Sehebat apapun awak kapalnya kalau sang kapten tidak capable maka bukan tidak mungkin akan mengaramkan kapal tersebut karena strategi dan keputusan yang salah, dan sehebat apappun kaptennya mankala awak kapalnya tidak kompak maka kapal tersebut tidak akan maju-maju bahkan hanya diam ditempat atau akan saling berbenturan. Dan sehebat apapun kapten dan awaknya tapi manakala penumpangnya apatis bahkan cenderung membuat lubang-lubang kecil kebocoran maka kapal tersebut akan karam juga. Oleh karenanya Kapten, Awak kapal dan penumpang semua harus berkontribusi harus saling member, harus saling mendukung dan menopang minimal penumpang patuh dan taat pada arahan Kapten dan Awaknya sehingga jalan tetap kedepan. Kepatuhan dan ketaatan penumpang akan tumbuh manakala semua arahan Sang Kapten dan ABK-nya jelas dan terarah. Oleh karenanya butuh orang-orang yang tepat dan capable untuk menukangi sebuah kapal dalam menempuh perjalanan.
Selanjutnya keragaman kemampuan akan menjadi amunisi tambahan untuk terus membangun organisasi lebih maju lagi apabila Sang Kapten dan ABK-nya mampu memenejnya dengan benar jika tidak yang ada adalah sutu perpecahan. Bagi seorang pemimpin sudah menjadi tugasnya mengetahui dan memilah-milah kemampuan anggotanya sehingga dapat menempatkan para anggotanya sesuai dengan keahlian masing-masing. Seperti sebuah pepatah “orang yang benar ditempat yang salah maka diakan stagnan jalan di tempat, orang yang salah sekalipun ditempat yang benar maka hanya akan membawa kemunduran dan orang yang benar ditempat yang benar maka dia akan membawa kearah kemajuan bahkan lebih maju 2 atau 3 langkah kedepan”
Terkait kritik, hujatan, saran dan lain sebagainya adalah suatu hal yang lumrah dalam suatu organisasi karena tidak mungkin organisasi ini memuaskan seluruh anggota yang nota bene beraneka ragam corak, latar belakang budayanya dan sikapilah semua itu dengan bijak sebagai bagian dari proses pembelajaran organisasi. Tidak usah terpancing dan yang terpenting adalah coba untuk bisa melayani krtidakpuasan anggota-anggota tersebut dengan program yang nyata. Dan terkait dengan kritik, hujatan dan saran tersebut yang terpenting adalah messagenya karena boleh jadi semua kritikan, hujatan dan saran tersebut bagian dari komunikasi publik dan ingin membangun suatu opini.
Menurut saya PARI adalah organisasi yang solid dan semoga kedepan lebih solid dan tajam lagi. Terkait dengan soliditas tersebut perlu suatu maintenance rutin sehingga organisasi ini tidak bubar. Ada beberapa catatan terkait soliditas ini:
- Untuk mewujudkan organisasi yang solid diperlukan adanya kesesuaian konsep (perkataan) dan pelaksanaan. Kesesuaian antara konsep (perkataan) dan pelaksanaan artinya tidak hanya lihai merumuskan ide yang tidak diiringi dengan permasalahanya. Justru keduanya harus berjalan dengan sinergi antara konsep dan pelaksanaan. Organisasi itu harus mempunyai konsep cara bekerja. Bukan hanya sekedar mempunyai kemampuan bekerja tetapi juga menguasai cara bekerja. Penguasaan cara bekerja akan memudahkan bagaimana mencapai tujuan berkerja.
- Organisasi yang solid harus memiliki tiga cirri menurut saya, yaitu: masing-masing komponen didalamnya bisa menguatkan satu dengan yang lain, bersinergi dalam bekerja serta memiliki program yang jelas, termasuk pembagian pelaksanaan program (pembagian potensi dan pemanfaatan kemampuan). Dalam hal ini, diperlukan adanya ketepatan di dalam penempatan orang. Siapa yang harus jadi tiang, jendela, atap, dsb.
- Organisasi itu harus mengetahui ukuran tantangan, dari itu maka kita bisa membuat program yang bisa mengatasi tantangan tersebut. Kegagalan dalam mengukur tantangan yang akan dihadapi, akan mengakibatkan ketidakjelasan merumuskan tahap-tahap pelaksanaan sehingga bisa terjebak dalam suatu yang bersifat asal-asalan. Tantangan yang perlu diukur adalah semua tantangan baik dari dalam maupun luar organisasi.
- Membangun sebuah organisasi yang solid diperlukan adanya sebuah konsep perjuangan organisasi. Dan sebuah konsep perjuangan itu hendaknya sebuah konsep yang mengandung motivasi dan mengakomodir kepentingan anggotanya secara keseluruhan.
Jelang KONAS PARI Nopember nanti jika kita INGIN dan MENGHENDAKI PARI yang kita cintai ini lebih maju, lebih professional, lebih motivatif dan inspiratif pertama sekali adalah :
- Mari kita sukseskan Hajatan Akbar ini dengan terus berkontribusi baik moril maupun spiritual. Terus;
- Hargailah para pahlawan , para pejuang PARI, Para pengurus dimasa lampau karena berkat torehan tinta sejarah yang mereka buat PARI tetap eksis dan berproses sampai saat ini bagaimanapun hasilnya itu adalah sebuah pencapaian dari rangkaian proses yang panjang. Dan kalaupun ada hal-hal yang kurang itu adalah bagian dari dinamisasi organisasi dan refleksi anggotanya “NO BODY PERFECT”.
- Selanjutnya marilah kita pandang kedepan, ambil ibroh pengalaman masa lampau yang baik diteruskan, yang jelek diperbaiki, kalau gak ada yang kurang ya kita tingkatkan pencapaiannya. Kita bangun sebuah loyalitas dan integritas. Dimulai dari sekarang, dimulai dari diri kita sendiri, dimulai dari lingkungan sekitar kita, dimulai dari hal-hal yang kecil dan mari kita rubah paradigma berfikir kita, CHANGE WE MUST DO IT! Dan mari kita sukseskan KONAS PARI XII nanti dan memilih orang yang tepat (right man in the right place).
Selamat berkongres organisasiku semoga yang terbaik yang dihasilkan. Jayalah Radiografer Indonesia.

- Dicom Viewer
- Dosimetri
- Alat Ukur Radiasi
- Ingin Mendapatkan EBooks Gratis
- Budaya Keselamatan dalam Pemanfatan Radiasi di Rumah Sakit
- HRCT (High Resolution CT Scan Technique)
- TEKNIK PEMERIKSAAN CT. PERFUSI
- PENCITRAAN DISPHAGIA
- WORKSHOP RADIOLOGI NASIONAL
- Petunjuk Teknis Pengisian Formulir Radiologi Diagnostik dan Intervensional
Imam
24 September 2011 - 10:19:37 WIB
Kayaknya nama Nt kaga ada di kepengurusan PARI mas? Tapi nt loyal banget sih ha...ha...ha... Coba kalo pengurusnya kayak mas hariri semua minimal informasi bisa tersebar secara merata. PARO go...go....go....
Hariri
24 September 2011 - 18:08:26 WIB
Ha...ha...ha... Mas Imam ini bisa aja. Ane mah masih perlu belajar banyak sama senior-senior ane, masih banyak kekurangannya. Kalo masalah loyalitas mah itu kan sudah menjadi kewajiban kita sebagai anggota PARI karena kalo bukan kita siapa lagi yang akan membesarkan PARI. Karena bagi ane mah kita ini gak boleh jadi pecundang yang hanya berpangku tangan sementara kawan kita terus berjuang mati-matian untuk menorehkan tinta sejarah. Kan kontribusi itu gak mesti harus jadi pengurus! Jayalah Radiografer Indonesia
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :





Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 
